Kemasan Produk - PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia

Kemasan Produk

Oleh. Paranashta
4 February 2021 (1:22 AM)
Bagikan

Paranashta – Sebelumnya kami telah membahas tentang 8 Tips Membangun Brand dengan Modal Kecil dan kali ini kami akan membahas tentang pentingnya Kemasan Produk untuk meningkatkan daya tarik pada produk yang kita miliki.

Kemasan Produk adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen – elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan Produk digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk yang ada di pasar.

Kemasan yang di desain secara baik dan menarik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Kemasan adalah bagian pertama yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat merebut minat konsumen terhadap pembelian barang. Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain yang memproduksi produk – produk sejenis dalam pasar yang sama.

FUNGSI KEMASAN PRODUK

Banyak produsen yang memperhatikan desan kemasan produknya karena mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus saja tetapi dapat juga berfungsi sebagai pelindung produk dan media promosi produk. Secara umum fungsi dari kemasan yaitu antara lain

  1. Melindungi dan mengawetkan produk
  2. Sebagai identitas produk
  3. Meningkatkan efisensi seperti memudahkan penghitungan, pengiriman dan penyimpanan
  4. Dapat menarik perhatian konsumen
  5. Memperkuat citra produk

TUJUAN KEMASAN PRODUK

Kemasan dan pelabelan kemasan produk mempunyai beberapa tujuan yaitu antara lain

  1. Physical Production. Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya.
  2. Barrier Protection. Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya.
  3. Containment or Agglomeration. Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan.
  4. Information Transmission. Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.
  5. Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian.
  6. Convenience. Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali.
  7. Marketing. Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.

 

JENIS – JENIS KEMASAN PRODUK

kemasan-produk-produk

Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dll).
  2. Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya.
  3. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.

Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.
  2. Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap.
  3. Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.

Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
  2. Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.

 

Sumber Bacaan :

  1. Modul Pelatihan dan Pendampingan Rumah Kreatif BUMN
  2. kajianpustaka.com

Sumber Gambar :

  1. Modul Pelatihan dan Pendampingan Rumah Kreatif BUMN
  2. powerpack.co.id

Anda Pelaku Usaha atau UKM?
Ingin mempublikasikan informasi usaha atau produk?
Ingin usaha atau produk di kenal secara luas melalui internet?

Konsultasikan kepada kami melalui tombol di bawah ini


Bagikan Informasi :
Terakhir disunting : 7 months yang lalu..

Terkait


Komentar telah ditutup.

×

×

Butuh bantuan?

×

×

PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia

Dapatkan! Info & Produk Terbaru

melalui media sosial PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia :
Subscribe    

×


×

×

Belum ada produk..
    Subtotal:

    * Belum termasuk ongkir..
    %0A%0A— — — — — — — — — — —%0A%0A — — — — — — — — — — —%0A%0ASubtotal : **%0A%0A — — — — — — — — — — —%0A%0A


    Catatan : Total harga + ongkir yang harus dibayar akan diinformasikan oleh admin PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia, setelah mengirim data pesanan.

    Kirim Pesanan