Asal Usul dan Sejarah Kopi - PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia

Asal Usul dan Sejarah Kopi

Oleh. Paranashta
6 February 2021 (7:45 AM)
Bagikan

Paranashta – Pada artikel sebelumnya kami telah membahas tentang Apa Itu Probiotik dan Apa Saja Manfaat Probiotik, kali ini kami akan membahas tentang pengertian kopi secara umum dan sekilas sejarah kopi.

Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah di sangrai (Roasting) dan dihaluskan menjadi bubuk. Kata kopi awalnya berasal dari bahasa Arab yaitu “qahwah” yang berarti kekuatan, karena awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kemudian kata “qahwah” mengalami perubahan menjadi “kahveh” yang berasal dari bahasa Turki dan lalu berubah kembali menjadi “koffie” dalam bahasa belanda. Penggunaan kata “koffie” ini kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata “kopi” yang dikenal hingga saat ini.

Secara umum ada tiga jenis kopi yang dikenal secara luas yaitu Kopi Arabika, Kopi Robusta dan Kopi Liberika. Kopi arabika biasa tumbuh pada ketinggian lebih dari 600-2.000 mdpl dengan suhu 16-20 derajat celcius. Pohon tanaman kopi arabika ini lebih mudah terserang penyakit dan hama sehingga karena masalah tersebut maka harga kopi ini jauh lebih mahal. Kadar kafein kopi arabika lebih rendah dibandingkan dengan kopi lainnya sehingga menimbulkan aroma khas kopi yang lembut seperti kombinasi aroma bunga dan buah.

Kopi robusta tumbuh pada dataran rendah dengan ketinggian antara 400-700 mdpl dengan suhu 21-24 derajat celcius. Pohon tanaman kopi robusta lebih kuat terhadap serangan penyakit dan hama karena mengandung lebih banyak kafein. Kadar kafein kopi robusta lebih tinggi yaitu sekitar 2,2% sehingga membuat rasa kopi robusta jauh lebih pahit. Kopi robusta mampu tumbuh di daerah yang lebih luas dan perawatannya tidak sulit sehingga membuat harganya relatif lebih murah.

Kopi liberika dapat tumbuh di dataran rendah dan bahkan dapat tumbuh di daerah gambut. Kopi liberika sangat mudah dibedakan dari jenis kopi lainnya karena aroma kopi ini menyengat tajam menyerupai aroma nangka atau bahkan seperti sayur-sayuran. Biasanya untuk menutupi aroma kopi liberika yang tanjam dapat dicampurkan dengan susu atau kopi robusta. Untuk mengolah biji kopi liberika dengan kualitas baik lebih susah dari jenis kopi lainnya maka harga kopinya jauh lebih mahal. Jenis kopi ini kurang diminati oleh petani untuk dibudidayakan karena bobot kering yang diperoleh akan jauh berbeda dengan berat basahnya.

Kopi merupakan minuman kedua terpopulir di dunia setelah teh. Bangi banyak orang kopi bukan hanya sekedar minuman selingan melainkan sudah menjadi gaya hidup bagi semua kalangan baik orang tua maupun anak muda. Di Indonesia, kopi menjadi salah satu minuman yang selalu dihidangkan saat menerima tamu atau sekedar berkumpul dengan teman atau saudara.

Sejarah Kopi di Dunia

Sejarah tentang dimana dan siapa penemu kopi pertama kali tidak diketahui tetapi kopi sudah tercatat sejak abad ke-9 dan ditemukan di Benua Afrika, terutama di Ethopia dan Eritrea. Secara lebih spesifik, nama daerah asal tanaman kopi pada masa lampau tersebut adalah Abyssinia. Biji kopi ditanam oleh orang – orang Ethopia di dataran tinggi. Pada saat itu banyak orang – orang Ethopia mengkonsumsi biji kopi yang dicampur dengan lemak hewani dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh mereka.

Namun hingga saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana masyarakat Abyssinia memanfaatkan tanaman kopi karena kemungkinan pada masa itu tanaman kopi hanya sebagai komoditas komersial yang di bawa oleh pedagang dari Abyssinia ke Yaman oleh orang – orang Arab. Pada masa itu perdagangan biji kopi dikendalikan oleh orang – orang Arab. Pemanfaatan kopi sebagai minuman pertama kali dipopulerkan oleh orang – orang Arab.

Pada abat ke-17 orang – orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi tetapi karena iklim disana kurang cocok untuk tanaman kopi maka mereka mengembangkan tanaman kopi di daerah jajahan mereka. Pada akhirnya tanaman kopi yang dikembangkan bangsa Eropa di daerah jajahannya tersebut mampu menggeser dominasi kopi dari bangsa Arab. Tanaman kopi juga ditanam oleh bangsa Belanda saat itu, terutama di Pulau Jawa yang dijadikan pusat tanaman kopi oleh mereka, bahkan “Cup of Java” atau kopi yang berasal dari Jawa sempat populer pada masa itu.

Tanaman kopi yang pertama kali dikembangkan atau dibudidayakan saat itu adalah Kopi Jenis Arabika (Coffea arabica). Perkiraan waktu pertama kali tanaman kopi dibudidayakan sekitar tahun 575 masehi. Meski berkembang lambat tetapi budidaya kopi tetap dijalankan dan menjadi komoditas eksklusif pada saat itu serta diperdagangkan melalui pelabuhan Mocha di Yaman. Untuk menjaga dan melindungi agar biji kopi tersebut tidak dapat tumbuh di tempat lain maka para pedagang Arab merebus biji kopi sebelum diperdagangkan.

Penyebaran Tanaman Kopi

Asal mula tanaman kopi dari negara Ethopia kemudian menyebar ke negara lain di Afrika salah satunya negara Yaman hingga ke benua – benua lainnya. Meskipun ada upaya untuk mempertahankan biji kopi agar hanya dapat diperdagangkan oleh para pedang arab saja, namun usaha tersebut tidak berhasil dikarenakan pada tahun 1616 bangsa Belanda berhasil membawa tanaman kopi melalui pelabuhan Mocha ke Holand, Belanda. Selanjutnya bangsa Belanda mencoba untuk menanam tanaman kopi tersebut di Srilanka. Selain itu, tanaman kopi juga pernah coba di tanam di Dijon, Perancis namun upaya ini gagal karena tanaman kopi tidak dapat tumbuh. Selain di Pelabuhan Mocha ternyata penyebaran tanaman kopi dapat terjadi melalui jalur – jalur lainnya, salah satunya melalui para peziarah yang datang ke Mekah dan Madinah untuk berhaji.


Pada masa penjajahan di Indonesia, tanaman kopi dibawa oleh Pemerintah VOC Belanda dan tanaman kopi tersebut didatangkan dari Malabar, India. Tanaman kopi dari Malabar tersebut asal usulnya berasal dari dari Yaman dan telah dibudidayakan di Malabar. Tanaman kopi tersebut di tanam Belanda di Pulau Jawa dan berhasil tumbuh disana serta dapat menggeser dominasi kopi dari Yaman sehingga membuat Belanda menjadi eksportir kopi terbesar di dunia.

Tanaman kopi mencapai benua Amerika dan sekitarnya melalui dua jalur. Jalur pertama, ketika tahun 1706 Belanda membawa tanaman kopi dari Jawa ke Kebun Raya Amsterdam, kemudian tanaman kopi tersebut dibawa ke Suriname sebagai hadiah kepada Raja Louis XIV di Paris. Tahun 1720, tanaman kopi dari Paris dibawa dan ditanam di daerah Karibia yang merupakan kawasan koloni Perancis. Kopi yang berasal dari Amsterdam ini dikenal dengan nama Kultivar Typica.

Jalur kedua, tanaman kopi masuk ke Amerika melalui Pulau Bourbon, saat ini dikenal dengan nama La Reunion. Biji kopi tersebut berasal dari utusan Yaman kepada Raja Louis XIV pada tahun 1715. Kopi jenis ini kemudian dikenal dengan nama Kultivar Bourbon.

Kultivar Typica dan Bourbon merupakan tanaman kopi jenis arabika yang saat ini dipercaya sebagai asal tanaman kopi yang ada diperkebunan.

Sejarah Kopi di Indonesia

Mayoritas orang menganggap kopi adalah komoditas asli dari Indonesia, namun kenyataannya kopi bukanlah tanaman asli dari Indonesia melainkan tanaman yang berasal dari Ethopia yang disebarkan oleh para pedagang Arab hingga menyebar ke pasar Eropa dan Asia. Tanaman kopi masuk ke Indonesia pada tahun 1696 di bawa oleh Belanda atas nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang mendarat di Pulau Jawa. Tanaman kopi yang dibawa tersebut berasal dari Malabar, India. Kopi pertama kali yang dibawa Belanda ini merupakan kopi jenis arabika (Coffea arabica).

Pada tahun 1706, sampel kopi yang dihasilkan di tanah Jawa dikirimkan ke Belanda untuk diteliti. Hasilnya sukses besar dan kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik. Selanjutnya tanaman kopi ini dijadikan bibit di seluruh perkebunan kopi yang ada di Indonesia. Belanda juga memperluas wilayah kopinya ke Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor dan pulau lainnya yang ada di Indonesia. Kopi ini menjadi komoditas unggulan dari VOC hingga menembus pasar Eropa dan Asia. Belanda pun memonopoli pasar kopi dunia pada waktu itu.

Tahun 1876, hama karat daun menyerang tanaman kopi yang ada di seluruh perkebunan kopi milik Belanda yang ada di Indonesia. Kemudian Belanda mendatangkan tanaman kopi jenis lain yaitu tanaman kopi jenis liberika (Coffea liberica), namun tanaman ini juga bernasib sama karena habis diserang hama karat daun. Pada tahun 1900, Belanda kembali mendatangkan tanaman kopi jenis lain yang dikenal dengan tanaman kopi jenis robusta (Coffea canephora), yang lebih mudah perawatannya dan tahan terhadap hama. Tanaman kopi jenis robusta ini memiliki produksi yang sangat tinggi sehingga membuat Indonesia menjadi ladang pengekspor kopi terbesar di dunia.

Paska kemerdekaan yaitu setelah Pemerintahan Belanda meninggalkan Indonesia, perkembangan perkebunan kopi mengalami sedikit hambatan, namun karena kegigihan dan nasionalisme para petani kopi tersebut maka lambat laun akhirnya perkebunan kopi di Indonesia mulai bangkit dan berkembang. Kemudian pada tahun 2.000-an, kopi Indonesia telah berkembang dan semakit melejit sehingga Indonesia masuk ke dalam salah satu negara penghasil kopi tersebesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Keanekaragaman cita rasa kopi yang hidup dan tumbuh di berbagai daerah di Indoensia telah diakui secara luas di mancanegara.

Hingga saat ini kopi sangat populer di semua kalangan baik kalangan orang tua maupun anak muda sehingga kami juga memiliki produk kopi yaitu Kopi Probiotik (Jagad Probio Coffee). Kopi Probiotik (Jagad Probio Coffee) adalah kopi yang diformulasikan dari biji kopi pilihan dengan teknologi mikrobakteri untuk menetralisir residu dan okratoksin (jamur) yang terkandung di dalam biji kopi sehingga menghasilkan kopi berkualitas, nikmat dan menyehatkan bagi tubuh.

Sumber Gambar :

  1. sasamecoffee.com
  2. rimbakita.com
Bagikan Informasi :
Terakhir disunting : 7 months yang lalu..

Terkait


Komentar telah ditutup.

×

×

Butuh bantuan?

×

×

PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia

Dapatkan! Info & Produk Terbaru

melalui media sosial PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia :
Subscribe    

×


×

×

Belum ada produk..
    Subtotal:

    * Belum termasuk ongkir..
    %0A%0A— — — — — — — — — — —%0A%0A — — — — — — — — — — —%0A%0ASubtotal : **%0A%0A — — — — — — — — — — —%0A%0A


    Catatan : Total harga + ongkir yang harus dibayar akan diinformasikan oleh admin PARANASHTA – 100% Cinta Produk Indonesia, setelah mengirim data pesanan.

    Kirim Pesanan